POKERMAS88INDKASINOASIANPOKER88MEMORIQQDEWAWE1POKERMAS99
Home / VIRAL / Petugas TPS Meninggal Dunia seusai Antarkan Hasil Penghitungan Suara ke Kelurahan

Petugas TPS Meninggal Dunia seusai Antarkan Hasil Penghitungan Suara ke Kelurahan

Populer99 Petugas TPS Meninggal Dunia seusai Antarkan Hasil Penghitungan Suara ke Kelurahan. Pemilu 2019 bisa jadi pemilu yang paling kompleks, riuh, dan melelahkan. Saking melelahkannya, seorang PPS di Malang wafat karena kelelahan.

Petugas TPS Meninggal Dunia seusai Antarkan Hasil Penghitungan Suara ke Kelurahan

Ketua KPU Kota Malang, Zaenudin, mengatakan bahwa anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) di TPS 04 Tlogomas, Kota Malang, atas nama Agus Susanto meninggal dunia beberapa jam setelah mengantarkan kotak suara dari TPS menuju Kelurahan Tlogomas sekitar sebelum subuh, Kamis (18/4/2019).

Atas peristiwa itu, Zaenudin mewakili KPU Kota Malang menyampaikan belasungkawa terhadap keluarga yang ditinggalkan. Zainudin mengatakan, Agus baru selesai melakukan penghitungan surat suara di TPS sekitar pukul 02.00 wib.

Setelah itu Agus mengantarkan kotak suara ke kelurahan dan pulang ke rumah. Pada pukul 03.00 WIB Agus diketahui oleh keluarga telah meninggal dunia. Dikatakan Zaenudin, kemungkinan Agus meninggal karena mengalami kelalahan.

“Kami turut berbelasungkawa. Beliau baru menyelesaikan tugasnya ke kelurahan, setelah itu dipanggil Allah. Padahal tidak ada tanda-tanda sakit,” kata Zaenudin.

Kerja anggota PPS sebelum dan sesudah pemilu terbilang cukup berat. Setekag dilantik pada bulan Maret, anggota PPS melakukan aktivitas yang sangat padat.

Mulai dari mengikuti bimbingan teknis, sosialisasi, tata cara pendirian TPS, melaksanakan pemungutan suara hingga melakukan penghitungan kertas suara. Penghitungan suara ini pun dilakukan sampai malam hari.

Kemudian melakukan rekapitulasi di TPS hingga mengantar kotak suara ke kelurahan yang kemudian dipindah ke kecamatan.

Dikatakan Zaenudin, ada sekitar 16 ribuan orang anggota PPS di Kota Malang. Ketua PPS mendapat honorarium Rp 550 ribu, anggota Rp 500 ribu, sedangkan Limnas Rp 400 ribu.

“Untuk itu kami akan ke rumah duka, untuk memberikan santunan ke anggota kami. Kami secara individual telah mengumpulkan sendiri karena memang belum ada peraturan atau asuransi jika ada peristiwa seperti ini,” ujar Zainudin.

Kejadian seperti ini adalah kali kedua di Kota Malang. Pada Pemilu 2014 lalu, juga terdapat anggota PPS yang meninggal.

About admin

Check Also

Curi Bebek dan Ayam Milik Tetangga

Petani Kaya Curi Bebek dan Ayam Milik Tetangga demi Beli Bensin untuk Mobil BMW-nya

Populer – Petani Kaya Curi Bebek dan Ayam Milik Tetangga demi Beli Bensin untuk Mobil BMW-nya. …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *